
Pada hari Senin 18 November 2024, siswa-siswi SMPN 1 Sijuk berkesempatan mengikuti Simulasi Makan Bedulang yang dibawakan oleh pemateri Bapak Utsman Ali. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan budaya tradisional khas Bangka Belitung kepada generasi muda, khususnya tradisi makan bedulang yang kaya akan nilai kebersamaan dan kesederhanaan.


Bapak Utsman Ali, sebagai pemateri, Simulasi Makan Bedulang yang akan dibawakan oleh Bapak Utsman Ali. Beliau adalah seorang tokoh yang ahli dalam melestarikan tradisi adat dan budaya Melayu Bangka Belitung, termasuk budaya makan bedulang yang sarat makna dan nilai kebersamaan.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada siswa-siswi kelas 8 mengenai tradisi makan bedulang, yang bukan hanya sekadar aktivitas makan bersama, tetapi juga mengandung nilai-nilai kebersamaan, kesederhanaan, serta rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Kami berharap melalui simulasi ini, siswa-siswi dapat lebih mengenal dan mencintai budaya lokal, sekaligus menjaga kelestarian tradisi agar tidak hilang di tengah arus modernisasi.


Selanjutnya, marilah kita sambut dengan penuh antusias dan perhatian, pemaparan serta simulasi makan bedulang oleh Bapak Utsman Ali. dengan penuh antusias menjelaskan filosofi di balik tradisi makan bedulang. Beliau menyampaikan bahwa makan bedulang merupakan simbol kebersamaan, di mana beberapa orang makan bersama dalam satu wadah (dulang) dengan tata cara yang penuh adab. Tradisi ini juga mencerminkan rasa syukur dan saling menghormati antarindividu yang turut berpartisipasi dalam makan bersama.


Selain pemaparan teori, kegiatan ini dilengkapi dengan simulasi langsung, di mana siswa-siswi diajak untuk mempraktikkan tata cara makan bedulang sesuai dengan adat istiadat. Siswa diperkenalkan pada aturan dan etika, seperti posisi duduk, pembagian makanan, hingga pentingnya kebersamaan dalam suasana penuh kekeluargaan.
Melalui kegiatan P5 ini, diharapkan siswa-siswi SMPN 1 Sijuk tidak hanya memahami nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga merasa bangga terhadap warisan leluhur. Dengan demikian, tradisi makan bedulang dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi selanjutnya.


Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan penuh antusiasme, menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Terima kasih kepada Bapak Utsman Ali atas ilmu dan wawasan yang telah dibagikan kepada kami.
